Setelah itu
tahun 2013 saya dinyatakan lulus dari SMA N 1 Pamotan dan disana saya memiliki
gejolak yg sangat tinggi untuk melanjutkan kuliah, saya berusaha
untuk.mendapatkan beasiswa bidikmisi di UNNES saya mendaftar SNMPTN dg sahabat
saya Lia Vitana dan alhasil ditolak.
Tidak sampai itu
saja, saya tetap lanjutkan tekat saya untuk bisa kuliah dan bilang kepada orang
tua saya, dan saya berkata "pak aku pingin kuliah " , jawab
bapak, “walah nduk lha nak kuliah wae masuk pertama bapak kuat mbayari ndok tapi
sakteruse paling bapak ora nduwe popo ra kuat mbayari ". Disitu saya
menangis dan saya bertekat akan mendapat beasiswa bidikmisi.
Saya yakin perjuangan
saya akan dikabulkan Sang Maha Pencipta. Saya kemudian ujian di Semarang 3 hari.
Lokasi ujian tertulis 2 hari di UNDIP, dan 1 hari ujian praktek di unnes. Sya
di Semarang tidak punya sanak saudara. Namun alhamdulillah dapat tumpangan
berteduh di rumah budenya Ela. Adapun di unnes saya dapat tumpangan kakak kelas
SMP saya. Alhamdulillah sekali saya bersyukur, di permudah jalan saya. Setelah berselang
1 bulan tiba waktunya menanti pengumuman. Untuk melihat pengumuman, saya
bela-belain ke Semarang naik motor dengan bekal uang seadanya.
Setelah samapai
di kota lama , saya dengan mas saya kena tilang karena mas saya tidak punya
sim, mingkin ini sudah jalan saya ditilang 100.000 dan uang saku untuk pulang
benar2 tipis tinggal 50.000 rupiah. Setelah sampai UNNES saya ke ruang bptik
dan akhirnya saya buka pengumuman dan alhamdulillah saya di terima dan saya
segera menelfon ibu saya. Beliau sangat senang, dan sampai sekarang saya
menikmati profesi saya sebagai calon pendidik di bidang seni yaitu Pendidikan
Seni Tari.
Saya banyak
belajar disini saya bisa mengasah kemampuan saya dalam bidang tari maupun
bernyanyi. Suatu berkah yg amat saya syukuri. Tapi di sisi lain banyak pihak yg
tidak suka dengan apa yang saya capai dan mengata-ngatai saya. Saya anggap itu
sebagai cambuk dan semangat untuk membuktikan bahwa saya bisa dan bisa
membanggakan orang tua saya suatu saat nanti. Dengan seni saya bisa naik
pesawat gratis, malah dikasih uang saku. Dengan status saya mahasiswa bidikmisi
saya bisa jalan-jalan gratis ke pulau seribu. Pesan saya, jangan pernah takut
mewujudkan mimpi kalian dari hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Semua itu
tergantung niat dan usaha kita. Jayalah pemuda generasi penerus bangsa.
